Search This Blog

Sunday, August 4, 2019

Status Facebook Marinus Yaung, BUDAK NKRI dan Balasan Wanslaus OPM OPM


Posisi duduk saya berhadapan face to face dgn tiga duta besar negara - negara Melanesian Spreahead Group ( MSG ). Dari kira ke kanan, Dubes Solomon Island, Dubes Fiji dan Dubes PNG. Selesai diskusi Dubes Solomon Island minta foto selfianus dgn saya..

Kira2 apa yang sedang saya jelaskan dan bicarakan dengan mereka ?

Tanggapan di Tembok Facebook

1. Wenslaus Opm Opm Bapa Constantinopel Ruhukail @ Cara mempekerjakan budak mereka guna menghadang masalah Papua sudah menjadi tradisi bagi pemerintah Indomie dari sonooo sampai saat ini. 

Dulu tahun 1999, saat tim 100 dari Papua menghadap B.J Habibie, ada budak Papua rombongan Mikael Manufandu, Jaap Marey dkk di selundupkan lewat pintu belakang dan menganggu jalannya kegiatan di istana negara .

Begitupun kegiatan lain di Eropa dan Pasifik tentu saja Jakarta membawa budak setia, seperti yang terjadi dalam kunjungan pemerintah Indomie ke Canberra 8/6/2016, Jakarta menyertkan budak mereka yaitu

Paulus Waterpauw, Lien Maloali, Matius Murib and Marinus Yaung. Sama halnya ketika Jakarta membawa trio budak dari Papua Nick Messet, Frans Alberth Yoku dan Suril Mofu keliling Eropa dan Pasifik kampanye kebaikan majikan mereka terhadap Papua.

Representasi formal rakyat Papua saat ini ada bersama ULMWP.
Selain dari itu budak setia majikan Indomie.

Biasa, budak Indomie donq mau isi kekosongan posisi yang ditinggal Frans Alberth Joku.

Untung, Marinus Yaung dkk ini tidak berada saat PEPERA 1969, kalo tidak donq bisa intimidasi peserta PEPERA dgn goyang Wayang Golek dan Dangdut.

Booooh Kelakuan itu budak


2. Constantinopel Ruhukail Yang sedang anda bicara kan sama sekali tidak ada hubungannya nasib dan masa depan Generasi Papua tetapi sebaliknya yang sedang anda bicara kan adalah kepentingan anda sendiri dan kepentingan tetap bercokolnya kolonialisme di atas negeri leluhur Papua Barat. John Anari Wenslaus Opm Opm

No comments:

Post a Comment